Pada kondisi alami, ternak hidup berkeliaran dan melakukan semua aktivitasnya di alam bebas. Kebutuhan hidupnya tergantung pada kondisi yang disediakan oleh alam. karena itu, produktivitasnya sangat rendah akibat banyaknya kendala dan kondisi genetis ternak tersebut. Sementara pada pemeliharaan secara intensif, ternak dibatasi aktivitasnya. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas ternak, efesiensi, dan memudahkan manajemen pemeliharaan ternak. Segala kebutuhan ternak harus dipenuhi oleh pengelola, yaitu manusia.

Pada pemeliharaan secara intensif untuk membatasi aktivitas ayam, pemeliharaan dilakukan di dalam kandang. Kandang harus mampu menyediakan suatu lingkungan nyaman bagi ternak dan memudahkan pengelolaan. Ayam pun mampu berproduksi secara maksimal sesuai potensi genetis dengan pengelolaan efisien.

Fungsi kandang
Kandang dalam pemeliharaan ternak unggas dibedakan menjadi dua fungsi:
1.    Fungsi primer. Secara makro, kandang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi unggas agar terlindung dari pengaruh-pengaruh buruk iklim (hujan, panas, dan angin) serta gangguan lainnya (hewan liar atau buas dan pencurian). Secara mikro, kandang berfungsi menyediakan lingkuangan yang nyaman agar ternak terhindar dari stress.
2.    Fungsi sekunder. Kandang berfungis sebagai tempat kerja peternak untuk mengendalikan kebutuhan ternak sesuai dengan tujuam pemeliharaan (sebagai pembesaran, pedaging, petelur, atau pembibit).
Berdasarkan fungsi tersebut, pembangunan kandang harus memperhatikan tiga faktor penting, yaitu:
1.    Faktor biologis ternak. Berkaitan dengan aspek lingkuangan dan respon ternak terhadap lingkungannya secara fisiologis yang akan dimanifestasikan dalam bentuk performa produksi. Faktor teknis/engineering. Berkaitan dengan aspek teknis bangunan, meliputi konstruksi bangunan, bahan, dan tata letak bangunan.
2.    Faktor ekonomis. Berkaitan dengan aspek biaya dan efesiensi penggunaan bangunan. Selain harus memperhatikan ketiga faktor diatas, pembangunan kandang juga perlu mempertimbangkan modal, skala pemeliharaan, teknologi yang diterapkan, keterampilan pekerja dan selera pemilik.
Kandang Battery
Kandang battery berupa kotak sangkar yang terbuat dari kawat atau bambu. Ukuran tiap kotak umumnya panjang 40cm, lebar 30cm dan tinggi 40cm. biasanya dibuat rangkaian yang terdiri dari beberapa buah (empat buah) untuk memudahkan pembuatannya. Kandang battery umumnya digunakan untuk ayam petelur. Demikian pula pada pemeliharaan ayam krosing. Kandang sangkar hanya untuk memelihara ayam betina yang berproduksi.

Keuntungan kandang battery
1.    Sangat baik untuk pemeliharaan ayam pedaging/broiler. Laju pertumbuhan ayam tinggi dan penggunaan pakan sangat efisien.
2.    Sangat baik untuk penggunaan ayam petelur periode produksi. Produksi telur tinggi dan penggunaan pakan sangat efisien.
3.    Memudahkan pengontrolan dan pencegahan penyakit. Ayam yang kurang sehat dapat segera terdeteksi dan diisolasi.
4.    Penularan penyakit secara horisontal (kontak langsung antar ayam) dapat dihindari.
5.    Memudahkan seleksi dan culling bagi ayam yang tidak produktif guna meningkatkan efisiensi.
6.    Kapasitas dapat ditingkatkan karena kandang dapat disusun bertingkat.
7.    Kotoran mudah dibuang.
Kelemahan kandang battery
1.    Biaya perlengkapan dan peralatan kandang sangat besar.
2.    Tenaga dan waktu untuk pengelolaan meningkat (memberi pakan, minum dan membersihkan kotoran).
3.    Sering terjadi penyakit khas yaitu kelumpuhan (cage layer fatique). Hal ini disebabkan oleh produksi telur yang tinggi sedangkan kebutuhan kalsium tidak memadai.
4.    Jika nutrien tidak sesuai kebutuhan atau kandungan nutrien tidak seimbang, mudah mengalami defisiensi.
5.    Ayam mudah terluka dan kaki bubulen (telapak kaki mengeras) sehingga ayam kesakitan dan stress. Sering terjadi kasus ayam terlalu gemuk.
6.    Tidak dapat digunakan untuk kandang ayam pembibit, kecuali dengan sistem inseminasi buatan. Penempatan di bangunan utama dapat disesuaikan dengan lebar kandang.

Berikut gambar nya :